Kenduri Batik Batang Hadirkan Bazar UMKM dengan Kereweng

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Okt 2026 13:37 9 Fazril Maulana

Kurvanews, BATANG-Kenduri Batik menjadi salah satu agenda penting Pemkab dalam pelestarian batik khas Batang. Agenda ini memberikan dampak langsung secara ekonomi melalui bazar UMKM.

Langkah tersebut menjadi bukti Pemda memperhatikan keberlangsungan pergerakan roda ekonomi. Terlebih, pemanfaatan kereweng sebagai alat tukar menambah keunikan tersendiri. Even spesial itu pun menghadirkan banyak pengunjung.

Sebanyak 26 stan yang diisi oleh ragam makanan dan minuman khas Batang hingga produk batik mewarnai kemeriahan Kenduri Batik. Even ini menjadi even besar bagi pelaku usaha batik.

Salah satu pelaku UMKM, Dian, bersyukur dengan diikutsertakan dalam even Kenduri Batik. Menurutnya, even ini berdampak positif bagi pelaku UMKM. Ia sengaja menyuguhkan ragam makanan tradisional seperti mi kenyol, pecel, buntil, dan lainnya. Menu itu lekat dengan keseharian masyarakat Batang.

“Menunya masih segar karena masaknya juga baru matang tadi pas subuh, harganya juga merakyat Rp10 ribu sudah mengenyangkan,” katanya, saat ditemui di Destinasi Wisata Alam Sikembang Park, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Sabtu (17/10/2026).

Ia bersyukur karena even tersebut membantu tumbuh kembangnya UMKM. Terlebih, even digelar di Sikembang Park yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Batang.

“Suasananya mendukung, stan kami ada di bawah pohon pinus, jadi sangat syahdu. Menariknya, konsumen yang ingin menikmati menu harus membayar menggunakan alat tukar berupa kereweng. Satu kreweng Rp5 ribu jadi murah meriah,” jelasnya.

Ia pun berterima kasih kepada Disperindagkop dan UKM Batang yang memberikan kesempatan menggelar stan makanan tradisional. Ia berharap even seperti ini sering digelar agar menambah konsumen. Dian juga menargetkan pendapatan Rp1 juta hari itu.

Pengunjung Nilai Kereweng Unik

Sementara itu, salah satu pengunjung, Ahmad dan Siti, merasa senang. Mereka menilai even digelar di wisata Sikembang Park yang menarik dan menghibur. Terkait UMKM, mereka menilainya sangat positif. Beragam menu tradisional tersedia dengan harga terjangkau.

“Apalagi bayar pakai kereweng sebagai alat tukar itu unik sih, beda dengan yang lain,” ungkapnya.

Melihat respons dan antusias pengunjung bertransaksi di bazar UMKM, Ketua Dekranasda Batang Faelasufa Faiz Kurniawan menaruh harapan. Even serupa dapat digelar dengan intensitas yang lebih optimal. Terlebih dengan pemanfaatan kereweng tanah liat yang terkesan unik.

“Caranya bisa ditukar terlebih dahulu, baik uang tunai maupun menggunakan QRIS, dengan kereweng. Lalu menggunakannya sebagai alat tukar pengganti uang tunai,” ujar dia.

Pihaknya saat ini sedang merundingkan dengan pemangku kebijakan. Salah satu yang dibahas adalah agar agenda Pasar Minggon Jatinan dapat kembali digelar tiap pekannya. Hal itu karena dampak positifnya secara ekonomi terlihat jelas.

“Tentu semua membutuhkan proses, saat ini sedang dimatangkan bersama dinas atau instansi terkait. Masyarakat tinggal menunggu saja, semoga bisa secepatnya digelar kembali,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA