Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan Perekat Bangsa

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Okt 2026 12:33 17 Ninding Yulius

Kurvanews, BOGOR-Keberagaman budaya Indonesia terbukti menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Kekuatan itu harus terus dijaga, dikembangkan, dan dioptimalkan. Tujuannya mendukung pembangunan nasional serta memperkuat perekonomian berbasis budaya.

Semangat kebangsaan ini menggema kuat dalam puncak perayaan Hari Kebudayaan. Perayaan itu bertepatan dengan 75 tahun ditetapkannya aturan lambang dan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Gelaran tersebut dikemas dalam Puncak Kegiatan Pagelaran Budaya Nusantara di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, hadir menyampaikan pidato kunci bertajuk “Refleksi Kebudayaan”. Pidato itu bagian dari rangkaian Festival Budaya Nasional 2026. Ia menegaskan pentingnya kehadiran Kementerian Kebudayaan dalam mengawal mandat konstitusional secara lebih terfokus.

“Dengan hadirnya Kementerian Kebudayaan, kita harus semakin fokus dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan juga pembinaan kebudayaan,” tegas Fadli Zon dilansir dari siaran pers Kemenbud, Minggu (18/10/2026).

Merayakan Megadiversitas dan Prinsip Bhinneka Tunggal Ika

Menteri Fadli memaparkan bahwa perhelatan Pagelaran Budaya Nusantara merupakan wujud perayaan atas megadiversitas budaya Indonesia yang luar biasa besar. Ia kembali mengingatkan makna mendalam dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau unity in diversity.

Menurutnya, prinsip berbeda-beda tetapi tetap satu merupakan salah satu pencapaian peradaban terbesar bangsa Indonesia. Keberagaman tidak boleh dipandang sebagai ancaman atau sumber perpecahan. Sebaliknya, keberagaman menjadi binding power atau daya ikat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Landasan kerja pemajuan kebudayaan ini, imbuh Menbud, berakar kuat pada Pasal 32 ayat (1) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pelaksanaannya menuntut kolaborasi lintas sektoral yang inklusif. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah pusat, daerah, komunitas, pegiat seni, sektor swasta, individu, hingga para filantropis.

Mendorong Living Heritage dan Pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan

Festival Budaya Nasional 2026 mengusung tema “Indonesia Budaya yang Terus Hidup”. Menbud menekankan pentingnya memposisikan kebudayaan sebagai living heritage atau warisan budaya yang hidup. Warisan masa lalu tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai monumen mati atau dead monument. Warisan itu harus terus dihidupkan, dirawat, dan diintegrasikan dengan dinamika kehidupan masyarakat modern.

Upaya pelindungan dan pewarisan budaya ini juga harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan yang bernilai tambah. Pemanfaatan itu termasuk melalui pengembangan ekonomi budaya sirkular atau circular culture economy.

Sebagai instrumen pendukung konkret, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mempercepat pemajuan kebudayaan. Caranya melalui penyaluran Dana Abadi Kebudayaan (Dana Indonesia Raya) yang dikelola bersama LPDP. Dana ini disiapkan untuk mendukung para pegiat, komunitas, sanggar, padepokan, dan seniman. Dukungan diberikan melalui mekanisme kompetisi dan seleksi proposal yang transparan.

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat cinta terhadap tanah air. Ia juga mengajak memperkuat kerja sama dengan kementerian. Tujuannya bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih maju, beradab, berbudaya, dan berdaya saing global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA