Menko PM Gandeng Kementerian Pertanian Atasi Kemiskinan

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Okt 2026 10:15 2 Nandang Permana

Kurvanews, JAKARTA-Pengentasan kemiskinan berbasis pertanian dipercepat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar.

Ia menggandeng Kementerian Pertanian untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis potensi pertanian daerah. Kolaborasi ini diarahkan membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Pertanian Punya Potensi Besar

Muhaimin menilai sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Sektor itu mencakup berbagai tahapan usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Karena itu, program pemberdayaan perlu dirancang secara terpadu. Manfaatnya tidak hanya berupa peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan.

“Kita melihat Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai ekosistem pemberdayaan, baik berbasis zona lokasi, lokus, maupun berbasis kepada komoditas,” ucap Muhaimin usai bertemu dengan Menteri Pertanian Andi Amran di Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

88 Kabupaten/Kota Jadi Lokus Prioritas

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mempertajam intervensi di 88 kabupaten/kota. Wilayah itu menjadi lokus prioritas penanggulangan kemiskinan.

Dari wilayah tersebut, akan dipilih lokasi percontohan berdasarkan tingkat kemiskinan dan kebutuhan penanganan. Jenis programnya disesuaikan dengan potensi daerah.

Komoditas yang berpotensi dikembangkan antara lain peternakan ayam, budidaya cabai, singkong, dan kopi. Pengembangan usaha itu diharapkan membuka kesempatan ekonomi sekaligus mengoptimalkan sumber daya lokal.

Hulu sampai Hilir Harus Jelas

Muhaimin menegaskan pemberdayaan berbasis pertanian harus mencakup seluruh mata rantai usaha. Mulai dari penyiapan lahan, penanaman, dan produksi hingga pengolahan, pengemasan, serta pemasaran.

Keterhubungan setiap tahapan menjadi penting. Tujuannya agar hasil produksi masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar lebih luas.

“Dari hulu sampai hilir harus jelas. Mulai dari penanaman dan pengelolaan di hulu, kemudian pengemasan, target konsumennya, sampai produknya masuk pasar atau bahkan menjadi komoditas ekspor. Itulah bukti bahwa sistem pemberdayaan berjalan,” katanya.

Kegiatan Produktif Cepat Berjalan

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan mendorong kegiatan produktif yang dapat berjalan relatif cepat. Pemerintah juga memperkuat fondasi usaha untuk jangka menengah dan panjang.

Menko Muhaimin mencontohkan hilirisasi kelapa yang telah menghasilkan produk hingga menembus pasar ekspor. Model itu dapat diperluas untuk meningkatkan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Koordinasi Lintas Kementerian

Untuk mendukung strategi tersebut, Kemenko PM akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait. Tujuannya agar program serta anggaran lebih terarah.

Selain penguatan produksi bersama Kementerian Pertanian, dukungan dibutuhkan dalam pengembangan UMKM, pengemasan, akses pasar, dan pemberdayaan ekonomi desa. Penanganan hambatan perdagangan juga diperlukan.

Sumber Penghidupan Berkelanjutan

Melalui kolaborasi ini, pemerintah mendorong potensi pertanian menjadi sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat. Program difokuskan pada kebutuhan wilayah dan terhubung dengan pasar.

Dengan begitu, pemberdayaan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Program ini juga diharapkan mempercepat pengentasan kemiskinan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA