Dari Liga 1 ke Erlangga FA, Sansan Fauzi Berbagi Ilmu dan Pengalaman

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 14:29 41 Pegi Dwi

Kurvanews, JAKARTA-Lapangan tempat Sansan Fauzi Husaeni biasa memburu gol kini berganti rupa. Tidak lagi ramai sorak suporter, melainkan riuh anak-anak muda yang tengah ditempa. Mantan striker Liga 1 itu memilih melangkah ke dunia kepelatihan, membaktikan diri di Erlangga Football Academy.

Bekal dari Persija hingga Persipura

Sansan bukan nama kemarin di sepak bola Indonesia. Lahir di Tasikmalaya, 1 Agustus 1989, ia menapaki karier profesional sejak 2009 bersama Persija Jakarta.

Dari sana, langkahnya berpindah-pindah. Persekap Pasuruan, Persikad Depok, lalu PS TNI di Liga 1 2017. Bersama PS TNI, ia mencatat 19 penampilan dan 10 gol.

Setelah itu, Sansan membela TIRA Persikabo, Persis Solo, Madura United, RANS Cilegon, dan Persipura Jayapura. Di Jayapura, pelatih Ricky Nelson sempat menyebutnya sebagai pembeda dalam permainan tim Mutiara Hitam.

“Kami butuh pemain yang seperti itu jika kami menghadapi tim yang menerapkan pertahanan rapat,” kata Ricky Nelson saat itu.

Dua Peran, Satu Disiplin

Di luar lapangan, Sansan adalah prajurit TNI AU. Ia bertugas di Satuan Lakespra dr Saryanto dengan pangkat Sersan Kepala.

Dua peran itu bukan hal mudah. Namun justru dari situlah ia belajar soal disiplin dan mental. Dua hal yang kini ingin ia tanamkan kepada pemain muda di Erlangga FA.

Alasan Terjun ke Pembinaan

Keputusan Sansan terjun ke kepelatihan bukan tanpa alasan. Ia ingin membagi ilmu yang didapat selama bertahun-tahun bermain di level profesional.

“Saya terjun di dunia kepelatihan dan sekarang melatih di Erlangga Football Academy karena ingin membagi ilmu yang saya dapatkan saat bermain dul,” ujar Sansan di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Ia tidak hanya ingin mencetak pemain yang bagus secara teknik. Sansan menekankan pentingnya karakter dan mental yang kuat.

“Ingin berbagi pengalaman juga kepada pemain muda supaya mereka bisa menjadi pemain berkualitas dan memiliki karakter serta mental yang kuat di masa mendatang,” ungkapnya.

Pondasi yang Sering Terlupakan

Bagi Sansan, pembinaan usia muda bukan pelengkap. Ia menyebutnya sebagai pondasi paling dasar dan krusial bagi keberlanjutan sepak bola Indonesia.

Tanpa sistem yang terstruktur, prestasi di level senior hanya akan bersifat kebetulan. Tidak konsisten.

“Pembinaan usia muda sangatlah penting menurut saya. Pondasi paling dasar dan krusial bagi keberlanjutan dan kemajuan sepakboola Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.

“Tanpa sistem pembinaan usia muda yang terstruktur, prestasi sepakbola di tingkat senior nanti hanya akan bersifat kebetulan dan tidak konsisten.”

Sansan Fauzi Husaeni saat membina pemain muda di Erlangga Football Academy/Foto: Dokumen Pribadi Sansan Fauzi

Sansan Fauzi Husaeni saat membina pemain muda di Erlangga Football Academy/Foto: Dokumen Pribadi Sansan Fauzi

Erlangga FA dan Mimpi Timnas

Erlangga FA bukan akademi sembarangan. Berdiri sejak 2016, akademi ini berbasis di Halim, Jakarta Timur, dan tim U-16-nya baru saja menjuarai TSC U-16 2025.

Di tempat itulah Sansan ingin menanam benih. Ia berharap bisa mencetak pemain muda yang hebat dan berkualitas.

“Semoga bersama Erlangga Football Academi ini bisa mencetak pemain muda yang hebat dan berkualitas sehingga bisa masuk jajaran pemain timnas nantinya.” pungkasnya.

Dari striker yang biasa menghantui pertahanan lawan, Sansan kini berdiri di sisi lapangan. Bukan lagi untuk mencetak gol, tetapi untuk membentuk generasi. Dan bagi sepak bola Indonesia, sosok seperti ini selalu punya tempat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA