Pelatih Bhayangkara FC, Oscar (kanan)/Foto: Media Bhayangkara FC Kurvanews, LAMPUNG-Kemenangan 1-0 atas PSIM Yogyakarta belum membuat pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, sepenuhnya puas. Ia menyoroti konsistensi pertahanan setelah timnya kebobolan lima gol dalam dua pertandingan sebelumnya. Adapun laga ini menjadi evaluasi penting bagi lini belakang Bhayangkara.
PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26 setelah Ze Valente menerima kartu merah. Gelandang PSIM itu diusir wasit setelah kakinya mengarah ke kepala pemain Bhayangkara FC.
Meski unggul jumlah pemain sejak babak pertama, Bhayangkara baru mampu mencetak gol pada menit ke-59. Oscar mengakui timnya sempat kesulitan membongkar permainan PSIM, terutama pada sekitar 50 menit pertama.
Menurut dia, formasi 4-1-4-1 yang diterapkan PSIM serta perubahan komposisi pemain di lini tengah turut memengaruhi permainan Bhayangkara. Ia menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak lebih banyak gol.
Pertahanan Jadi Sorotan Utama
Namun, hal yang paling disoroti Oscar justru performa lini pertahanan. Dalam dua pertandingan sebelumnya, Bhayangkara kebobolan lima gol. Kondisi tersebut menjadi alasan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat lini belakang.
“Jika kebobolan lima gol dalam dua pertandingan terakhir, Anda tidak bisa menjadi juara,” kata Oscar dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Ia menilai pertahanan Bhayangkara tampil lebih solid saat menghadapi PSIM. Para pemain dinilai mampu menjaga konsentrasi, memenangi duel, merebut bola kedua, dan menghalau ancaman dari kotak penalti.
Perubahan juga dilakukan di posisi penjaga gawang. Oscar memberikan kesempatan kepada M. Fahri untuk tampil dan membantu tim mencatatkan clean sheet, atau menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan.
Oscar mengatakan keputusan memainkan Fahri baru ditentukan pada hari pertandingan. Ia ingin menyegarkan lini pertahanan setelah melihat jumlah gol yang bersarang ke gawang timnya dalam dua laga sebelumnya.
“Fahri menunjukkan bahwa dia siap membantu tim,” ujarnya.
Bagi Oscar, kedalaman skuad menjadi bagian penting dalam menjaga performa sepanjang kompetisi. Cedera dan akumulasi kartu, menurut dia, merupakan bagian dari sepak bola yang tidak boleh dijadikan alasan untuk tampil di bawah standar.
Tidak ada komentar