Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono/Foto: Humas Kemenko PMK Kurvanews, JAKARTA-Pemerintah pusat menyalurkan bantuan karhutla tahap kedua ke sejumlah daerah terdampak. Bantuan tahap kedua itu telah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat mencapai Rp1,235 triliun.
Penyaluran ini berfokus pada perlindungan kesehatan warga terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Bantuan Dua Tahap
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan, bantuan disalurkan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada 7 September 2026. Adapun bantuan tahap kedua telah ditransfer.
“Hari ini, bantuan pemerintah pusat tahap kedua tersebut sudah ditransfer. Total bantuan pemerintah pusat adalah sebesar 1,235 triliun rupiah,” kata Sugiono dalam keterangannya dikutip Jumat (23/10/2026).
Fokus Kesehatan Warga
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk melindungi masyarakat terdampak. Terutama melalui pelayanan kesehatan. Dukungan yang disiapkan meliputi pembagian masker dan penyediaan oksigen portabel. Selain itu, ada fasilitas pemulihan berupa rumah oksigen. Penanganan masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menjadi prioritas.
Dukungan Pemadaman dan Logistik
Selain kesehatan, bantuan digunakan untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla. Dukungan itu mencakup penambahan alat pelindung diri, pompa air, dan selang pemadam. Adapun dukungan lainnya berupa alat suntik air untuk lahan gambut hingga pembangunan sumur bor. Bantuan juga dialokasikan untuk operasional dan mobilisasi personel serta kebutuhan logistik petugas.
“Karena kita ketahui bersama bahwa penanganan karhutla ini memerlukan kolaborasi dari berbagai unsur dan pihak, terutama masyarakat yang berada di lokasi terdampak,” ucapnya.
Arahan Presiden dan Kolaborasi
Sugiono menjelaskan, sesuai arahan Presiden, penanganan karhutla harus dilakukan lebih masif, terpadu, dan cepat. Upaya penanganan tidak hanya bergantung pada datangnya hujan. Menurutnya, langkah mitigasi lainnya perlu disertai.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai unsur. Termasuk masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan pemerintah pusat diharapkan mempercepat penanganan tanggap darurat. Selain itu, bantuan ini membantu masyarakat terdampak secara maksimal.
71.000 Personel Dikerahkan
Saat ini, sekitar 71.000 personel dikerahkan menangani karhutla. Operasinya beragam, mulai dari pemadaman darat hingga operasi udara menggunakan water bombing. Pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca, termasuk penaburan garam. Upaya itu untuk membantu menurunkan hujan di wilayah terdampak.
“Dan hari ini, saya kira BNPB, BMKG juga sedang melakukan upaya-upaya dalam rangka terus meningkatkan dan mempercepat upaya pemadaman kebakaran mengatasi karhutla ini,” terangnya.
Kemenkes Koordinasikan Distribusi Alat Kesehatan
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengoordinasikan distribusi peralatan dan sarana pendukung kesehatan. Distribusi itu untuk melayani masyarakat di daerah terdampak karhutla.
“Pemerintah pusat juga secara masif memberikan perhatian yang begitu besar, kemudian juga meningkatkan bantuan ini untuk membantu provinsi dan daerah-daerah yang mengalami karhutla, terutama di daerah-daerah yang menjadi fokus dari kebakaran hutan tersebut,” tuturnya.
Tidak ada komentar