Sentra Kerajinan Rajapolah, Buruan Oleh-oleh Khas Tasikmalaya

- Pewarta

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sentra Kerajinan Rajapolah di Tasikmalaya menyajikan oleh-oleh handmade unik dan murah, dari tas anyaman mendong hingga kelom geulis/Foto: Indonesia Kaya

Sentra Kerajinan Rajapolah di Tasikmalaya menyajikan oleh-oleh handmade unik dan murah, dari tas anyaman mendong hingga kelom geulis/Foto: Indonesia Kaya

Kurvanews-Berkunjung ke Tasikmalaya terasa kurang lengkap tanpa membawa oleh-oleh khas daerah ini. Namun, banyak orang masih bingung memilih kenang-kenangan atau hadiah bagi kerabat. Jika demikian, Sentra Kerajinan Rajapolah bisa menjadi jawabannya.

Rajapolah sebenarnya nama salah satu kecamatan di Tasikmalaya. Kawasan ini dikenal sebagai pusat industri rumahan untuk kerajinan anyaman dan kompor. Lokasinya berjarak kurang lebih 12 km di sebelah utara Tasikmalaya.

Kios Handicraft Berjajar Sepanjang Jalan

Di sepanjang jalan kecamatan, kios-kios handicraft bertebaran. Para pedagang menjajakan produk khas yang hampir semuanya handmade. Selain itu, suasana kawasan ini memberi pengalaman berbelanja yang khas.

Banyak jenis produk suvenir dan aksesori unik tersedia di sini. Mulai dari tas anyaman, dompet, miniatur becak, miniatur mobil, tempat pensil, hingga gelang. Selain unik, produk kerajinan di Rajapolah dikenal murah dan cukup awet.

Mendong, Bahan Anyaman Khas Rajapolah

Produk anyaman yang banyak ditemui di Sentra Kerajinan Rajapolah sebagian dibuat dari mendong. Mendong adalah tumbuhan sejenis rumput yang tumbuh di rawa-rawa. Tanaman liar ini tumbuh memanjang hingga lebih dari 1 meter.

Tanaman tersebut dikeringkan, lalu dianyam secara manual. Hasilnya menjadi tikar dan berbagai kerajinan lainnya. Selain mendong, bahan yang umum digunakan adalah bambu, pandan, dan enceng gondok.

Kelom Geulis hingga Payung Geulis

Selain produk lokal Rajapolah, pengunjung juga bisa menemukan kerajinan lain. Beberapa di antaranya menjadi ciri khas Kota Tasikmalaya. Mulai dari kelom geulis, payung geulis nan legendaris, hingga kerajinan bordir.

Sentra Kerajinan Rajapolah pun menjadi destinasi belanja sekaligus wisata budaya. Pengunjung tak hanya membawa pulang suvenir. Mereka juga membawa cerita tentang keterampilan tangan warga Tasikmalaya.

 

Follow WhatsApp Channel kurvanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pantai Madasari, Keindahan Alami yang Masih Sunyi
Rampak Gendang, Kesenian Sunda yang Mendunia
Kayu Batik, Kerajinan Langka Khas Bandung Utara
Pantai Batu Karas, Surga Selancar di Pangandaran
Curug 7 Cilember, Wisata Alam Andalan Kawasan Puncak
Sensasi Petik Stroberi di Perbukitan Ciwidey dan Lembang
Sungai Citumang, Wisata Air Jernih di Hutan Pangandaran
Pesona Pemandian Air Panas Ciater di Lereng Tangkuban Perahu
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 15:45 WIB

Pantai Madasari, Keindahan Alami yang Masih Sunyi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Kayu Batik, Kerajinan Langka Khas Bandung Utara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pantai Batu Karas, Surga Selancar di Pangandaran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Curug 7 Cilember, Wisata Alam Andalan Kawasan Puncak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sensasi Petik Stroberi di Perbukitan Ciwidey dan Lembang

Berita Terbaru

Bek Persib Bandung Kakang Rudianto bersyukur atas kemenangan 4-0/Foto: Kurvanewscom/Arif Rahman

Olahraga

Kakang Rudianto Bersyukur Persib Pesta Empat Gol

Senin, 2 Nov 2026 - 23:02 WIB

Dua lelaki saling meaafkan meneladan Nabi Yusuf yang memaafkan tanpa dendam/Ilustrasi: Kurvanewscom

Khazanah

Teladan Nabi Yusuf Memilih Memaafkan dan Berbuat Baik

Senin, 2 Nov 2026 - 18:00 WIB

Pantai Madasari di Pangandaran tawarkan pasir hitam dan gugusan karang alami/Foto: Indonesia Kaya

Wisata

Pantai Madasari, Keindahan Alami yang Masih Sunyi

Senin, 2 Nov 2026 - 15:45 WIB