Kurvanews, GORONTALO-Pemerintah Provinsi Gorontalo menyiapkan langkah strategis untuk memanfaatkan lahan eks lokasi Gelar Teknologi Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII tahun 2026.
Kawasan itu akan dioptimalkan sebagai pusat pembelajaran pertanian modern. Selain itu, lahan tersebut dipersiapkan menjadi tempat praktik budidaya, penelitian, serta kawasan agrowisata terpadu yang berkelanjutan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Kawasan yang dimaksud berada di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Sebagai langkah awal, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi.
Rapat berlangsung di Ruang Gambuta, FOX Hotel Gorontalo, Kota Gorontalo. Agenda utamanya membahas rencana pengelolaan dan pemanfaatan kawasan. Tujuannya agar fasilitas yang tersedia terus memberi manfaat bagi masyarakat. Pembangunan sektor pertanian di Provinsi Gorontalo juga ikut didukung.
Potensi Besar untuk Edukasi
Kepala DKPTPH Provinsi Gorontalo, Muljady D. Mario, menegaskan lahan eks Gelar Teknologi Penas XVII punya potensi besar. Kawasan itu bisa dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif. Sarana edukasi bagi masyarakat juga bisa dihadirkan di sana.
“Lahan eks lokasi Gelar Teknologi Penas XVII ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi lokasi kegiatan pada saat PENAS berlangsung, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran pertanian modern, tempat praktik budidaya, pengembangan inovasi teknologi, serta edukasi bagi petani dan masyarakat,” ujar Muljady dikutip Rabu (28/10/2026).
Luas Sekitar Dua Hektare
Berdasarkan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan pemilik lahan, kawasan itu seluas sekitar 2 hektare. Lokasinya di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Lahan ini dilengkapi sejumlah sarana pendukung. Di antaranya bangunan saung, infrastruktur, jaringan irigasi, jalan kawasan, serta fasilitas demonstrasi teknologi pertanian. Rencana pengembangan kawasan mencakup pengelolaan pertanian modern dan demonstrasi teknologi budidaya tanaman pangan serta hortikultura.
Selain itu, pengembangan agrowisata terpadu dan penelitian inovasi pertanian masuk dalam rencana. Pemanfaatan serta pemeliharaan infrastruktur yang tersedia juga menjadi bagian dari rancangan.
Sarana Belajar bagi Petani dan Mahasiswa
Menurut Muljady, kawasan tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung. Petani, penyuluh, pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum bisa memanfaatkannya. Mereka dapat mengenal serta menerapkan teknologi pertanian yang lebih modern.
“Melalui kerja sama yang terarah, kita berharap kawasan ini dapat menjadi sarana bagi petani untuk belajar, mengenal teknologi pertanian, dan meningkatkan kapasitas dalam mengembangkan usaha tani. Dengan demikian, keberadaan kawasan ini dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan pertanian di Provinsi Gorontalo,” tambahnya.
Dalam rancangan kerja sama itu, DKPTPH Provinsi Gorontalo direncanakan memfasilitasi penerapan inovasi dan teknologi pertanian. Pendampingan teknis, pelaksanaan sekolah lapang, pelatihan, dan bimbingan teknis juga masuk dalam rencana.
Promosi kawasan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan agribisnis turut disiapkan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kewenangan, prioritas program, ketersediaan sumber daya, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemeliharaan Fasilitas Jadi Perhatian
Pengelolaan kawasan juga diarahkan untuk memastikan pemeliharaan lahan dan bangunan. Jaringan irigasi serta sarana pendukung lain harus tetap berfungsi dengan baik. Pemanfaatan fasilitas itu diharapkan mendukung kegiatan budidaya, edukasi, pelatihan, penelitian, dan pengembangan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan pihak terkait, Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya agar kawasan ini tidak berhenti memberi manfaat. Setelah kegiatan nasional selesai, kawasan diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi, edukasi, dan pengembangan pertanian yang produktif.
Pengembangan kawasan ini diharapkan memperkuat penerapan teknologi pertanian. Kapasitas sumber daya manusia juga ikut meningkat. Pada akhirnya, sektor pertanian di Provinsi Gorontalo diharapkan tumbuh berdaya saing dan berkelanjutan.













Komentar