Dini Rahmania Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Empat Tewas di Bromo

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Okt 2026 11:58 32 Nandang Permana

Kurvanewscom, JAKARTA-Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II, Dini Rahmania, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya empat orang. Mereka tewas dalam upaya pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Peristiwa tewasnya tiga petugas dan satu relawan itu terjadi dalam usaha pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo. Kawasan tersebut masuk dalam TNBTS.

Dini mengungkapkan, di balik peristiwa ini ada keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Mereka berangkat untuk membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat. Namun, mereka harus kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurut Dini, hal itu sungguh menyakitkan dan menjadi duka bersama.

“Empat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan,” tegas Dini Rahmania di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Desak Penanganan Lebih Cepat dan Terukur

Anggota Komisi VIII DPR RI ini juga mengatakan, pihaknya mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Ia menegaskan, jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.

“Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” tandasnya.

Negara Harus Hadir Lindungi Petugas

Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan dan pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia. Pemerintah juga wajib memberikan perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.

“Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan,” pungkas Dini.

Sebelumnya, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar.

Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo). Sefriel Ardiansyah, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo) sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas, ada sejumlah korban yang menderita luka bakar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA