Kurvanews.com, JAKARTA-Pendekatan kepolisian kepada masyarakat dinilai perlu diperkuat untuk mencegah peredaran narkotika kembali tumbuh di kawasan rawan kriminalitas. Nasyirul Falah Amru, anggota Komisi III DPR RI, mendorong kemitraan masyarakat dan peran Bhabinkamtibmas lebih intensif.
Menurutnya, langkah itu dapat memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke lingkungan masyarakat.
Penindakan di Kampung Bahari Perlu Dibarengi Langkah Preventif
Gus Falah mendukung langkah Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penindakan langsung terhadap wilayah yang diduga menjadi kantong peredaran dan produksi narkotika. Salah satunya seperti yang terjadi di Kampung Bahari, Jakarta Utara, baru-baru ini. Namun, ia menegaskan upaya pemberantasan tersebut perlu dibarengi dengan pendekatan preventif yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Kami mendukung proses penggerebekan dengan melakukan penindakan langsung. Karena Polri dan BNN sudah menyisir lokasi peredaran dan pembuatan narkoba, walaupun ini sudah sekian kalinya sejak 2013,” ujar Politisi Fraksi PDI-Perjuangan yang akrab disapa Gus Falah dikutip Rabu (4/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Falah merespons penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026). Dalam operasi gabungan yang melibatkan sekitar 1.800 personel Polri dan BNN itu, aparat menyisir kawasan yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika. Aparat juga mengamankan puluhan orang serta sejumlah barang bukti.
Bhabinkamtibmas Diminta Lebih Aktif di Tengah Warga
Menurutnya, penggerebekan dan penegakan hukum merupakan langkah penting untuk menindak jaringan narkotika. Meski demikian, upaya tersebut perlu dilanjutkan dengan pengawasan dan pendampingan masyarakat. Tujuannya agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi lokasi peredaran maupun produksi narkoba.
Gus Falah menilai penguatan peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan Polri. Bhabinkamtibmas merupakan anggota Polri yang bertugas membina keamanan dan ketertiban di wilayah desa atau kelurahan melalui komunikasi serta kemitraan dengan warga.
Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus lebih aktif. Dengan begitu, aparat mampu membangun komunikasi, mendeteksi potensi peredaran narkotika, serta mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.
“Kami meminta pola kemitraan dengan masyarakat ditingkatkan dengan membentuk lembaga kemitraan polisi dan menambah penempatan Bhabinkamtibmas. Pendekatan kemitraan Polri di Kampung Bahari harus intens dan serius karena jangan sampai budaya penjualan narkoba sudah menjadi kebiasaan,” tegasnya.
Residivis Narkoba Diminta Dihukum Berat
Ia juga meminta penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku narkotika. Terutama mereka yang kembali melakukan tindak pidana setelah menjalani hukuman. Menurutnya, penanganan terhadap residivis perlu memberikan efek jera agar tidak kembali terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.
“Hukum berat pelaku residivis narkoba tertangkap, ditempatkan di lapas maksimal pada saat menjalankan putusan,” tegasnya.
Aparat Gunakan Strategi Penyamaran Naik KRL
Penggerebekan di Kampung Bahari tersebut menyita perhatian publik karena aparat menggunakan strategi penyamaran untuk memasuki kawasan. Polisi dan BNN diketahui menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok sebelum melakukan penyisiran. Mereka lalu mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita barang bukti berupa sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi. Petugas juga menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika, serta senjata tajam dan bong atau alat untuk mengonsumsi narkoba. Temuan mesin pencetak ekstasi turut menjadi perhatian karena mengindikasikan dugaan aktivitas produksi narkotika di kawasan tersebut.













Komentar