Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares/Foto: Media Persebaya Kurvanews, SURABAYA-Kenapa Persebaya dominan tapi tetap gagal menang? Jawabannya terlihat dari laga melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026). Persebaya ditahan imbang 2-2 meski mendominasi permainan. Pelatih Bernardo Tavares bahkan mengaku merasa seperti kalah.
Dominasi yang Tak Berbuah Gol
Tavares menilai Persebaya mendominasi permainan di laga pekan kelima Super League 2026/2027. Menurutnya, timnya unggul segalanya dari PSS Sleman.
“Kami menciptakan banyak peluang, kami membuat banyak percobaan gol, 12 tendangan sudut berbanding 3, 20 tembakan berbanding 2, tetapi sepak bola adalah tentang gol,” kata Bernardo Tavares setelah pertandingan.
Meski kalah secara statistik, justru PSS Sleman selalu unggul sebelum akhirnya berakhir imbang.
PSS Lebih Efisien
Dua gol PSS Sleman dicetak Melvyn Lorenzen menit ke-8 dan Hiromu Tanaka menit ke-61. Sementara itu, gol Persebaya tercipta lewat brace Miguel Pereira menit ke-36 dan 90+1.
“Hari ini Sleman tidak menang, mereka seri, tapi sejujurnya saya merasa seperti kami yang kalah,” tambahnya.
Angka yang Berbicara
Statistik operator kompetisi menunjukkan penguasaan Persebaya mencapai 69 persen. Tim tuan rumah melepaskan 23 tembakan, 9 di antaranya mengarah ke gawang PSS Sleman.
Sementara itu, PSS Sleman hanya melepaskan 4 tembakan. Tiga di antaranya mengarah ke gawang Persebaya dan berbuah dua gol.
“Terkadang sebuah tim tidak perlu menciptakan banyak peluang untuk memenangkan pertandingan,” terang Bernardo Tavares.
Dua Kesalahan yang Berbuah Gol
Menurutnya, laga ini menyisakan dua situasi yang membuat lawan bisa mencetak gol.
“Kesalahan pertama pelanggaran yang berbuah gol bagi mereka, kesalahan kedua kami memberikan terlalu banyak ruang di area pertahanan dan membiarkan mereka menembak,” ucapnya.
Bukan soal Kuasai Permainan
Dari data dan pengakuan Tavares, jawabannya jelas. Persebaya kalah efisiensi, bukan kalah penguasaan. PSS Sleman hanya butuh empat tembakan untuk mencetak dua gol, sementara Persebaya butuh 23 tembakan untuk dua gol.
Meski gagal menang, pelatih asal Portugal itu mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka berjuang maksimal meski sempat selalu tertinggal.
“Sejujurnya saya frustrasi dengan hasilnya, tetapi sikap para pemain sudah baik menurut pendapat saya,” tambah Bernardo Tavares.
“Saat ini kami harus memulihkan kondisi pemain karena kami akan melakoni laga tandang,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu.
Ernando Ari Nilai Tim Layak Menang
Kiper Persebaya, Ernando Ari, menilai timnya layak menang. Hasil imbang menjadi kerugian.
Selain mendominasi permainan, Persebaya juga mendapat dukungan total Bonek. Sebanyak 35.108 penonton hadir di GBT.
“Kami sebenarnya sangat layak untuk mendapatkan tiga poin.”
“Teman-teman juga merasa kecewa karena tidak bisa memberikan apa yang diharapkan Bonek dan Bonita, kemenangan di kandang,” kata Ernando Ari.
Harap Dukungan Bonek Tak Surut
Ia berharap dukungan Bonek tidak surut pada tim Persebaya. Terutama menghadapi laga-laga ketat selanjutnya.
“Kami akan perbaiki apapun kesalahannya, apapun yang bisa menjadikan kami untuk lebih baik ke depannya,” pungkas Ernando Ari.
Tidak ada komentar