Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD10,61 Miliar

BPS catat surplus Januari–September 2026 ditopang kinerja ekspor nonmigas yang tumbuh positif.

- Pewarta

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Neraca perdagangan Indonesia surplus USD10,61 miliar hingga September 2026/Ilustrasi: Kurvanewscom

Neraca perdagangan Indonesia surplus USD10,61 miliar hingga September 2026/Ilustrasi: Kurvanewscom

Kurvanews, JAKARTA-Kinerja perdagangan Indonesia menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Di tengah peningkatan aktivitas ekspor dan impor, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus hingga September 2026.

Capaian ini menunjukkan nilai ekspor Indonesia masih lebih besar dibandingkan nilai impornya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan kumulatif Januari hingga September 2026 surplus USD10,61 miliar.

Capaian tersebut didukung surplus pada September 2026 sebesar USD3,36 miliar.

“Surplus sepanjang periode Januari-September 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus USD34,21 miliar, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar USD23,60 miliar,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS RI, Ateng Hartono dalam konferensi pers rilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Ekspor Kumulatif Naik 5,58 Persen

Nilai ekspor kumulatif Januari hingga September 2026 mencapai USD221,23 miliar. Angka itu naik 5,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas. Ekspor nonmigas tumbuh 6,30 persen menjadi USD12,27 miliar.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan mencatat nilai ekspor terbesar, yakni USD182,83 miliar. Nilai itu naik 8,93 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas

Tiga negara tujuan ekspor nonmogas adalah Tiongkok sebesar USD54,17 miliar (25,52 persen), Amerika Serikat sebesar USD25,39 miliar (11,96 persen), dan India sebesar USD15,00 miliar (7,07 persen).

Impor Kumulatif Naik 19,67 Persen

Sementara itu, nilai impor kumulatif Januari hingga September 2026 mencapai USD210,63 miliar. Angka ini naik 19,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut berasal dari impor nonmigas yang naik 16,92 persen menjadi USD178,06 miliar. Selain itu, impor migas naik 37,35 persen menjadi USD32,57 miliar.

Menurut penggunaannya, impor Indonesia didominasi bahan baku atau penolong dengan nilai USD150,57 miliar atau naik 21,11 persen. Selanjutnya, impor barang modal mencapai USD41,55 miliar, naik 16,49 persen.

Adapun impor barang konsumsi tercatat sebesar USD18,51 miliar, naik 15,54 persen.

Tiongkok masih menjadi negara asal utama impor nonmigas Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026. Nilainya USD76,16 miliar (42,77 persen).

Posisi berikutnya ditempati Jepang sebesar USD10,04 miliar (5,64 persen) dan Australia sebesar USD8,07 miliar (4,53 persen).

Komoditas Penopang Surplus Nonmigas

Adapun surplus perdagangan nonmigas pada periode Januari hingga September 2026 berasal dari sejumlah komoditas utama. Lemak dan minyak hewani atau nabati menyumbang USD29,31 miliar.

Berikutnya, bahan bakar mineral USD21,42 miliar, besi dan baja USD13,95 miliar, nikel dan barang daripadanya USD9,52 miliar, serta alas kaki USD4,86 miliar.

Follow WhatsApp Channel kurvanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mabes Polri Buka Suara soal Kabar Penangkapan Perwira
Menhut Temukan Dugaan Pelanggaran Kehutanan di Kalteng
Kapolri Minta Jaringan dan Aset Kejahatan Digital Dibongkar
Santri Matic Dorong Santri Jadi Kreator Produk Digital
Aksi LAUT SEBASAH Kumpulkan 6 Ton Sampah di Pelabuhan Jakarta
Mentan Apresiasi Warga Cirebon Lapor Dugaan Penyimpangan Bantuan Pangan
Kemenhub Perkuat Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas
Kemensos Buka Jalan Gelar Pahlawan bagi Wartawan Udin
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:15 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD10,61 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 09:45 WIB

Menhut Temukan Dugaan Pelanggaran Kehutanan di Kalteng

Selasa, 3 November 2026 - 09:15 WIB

Kapolri Minta Jaringan dan Aset Kejahatan Digital Dibongkar

Senin, 2 November 2026 - 10:15 WIB

Santri Matic Dorong Santri Jadi Kreator Produk Digital

Senin, 2 November 2026 - 09:45 WIB

Aksi LAUT SEBASAH Kumpulkan 6 Ton Sampah di Pelabuhan Jakarta

Berita Terbaru

Galeri Foto

Liga 1: Potret Pertandingan Persib Bandung VS Isengmulang FC

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:21 WIB

The Remarried Empress tayang perdana 4 November, dibintangi Shin Min Ah dan Lee Jong Suk, total 10 episode setiap Rabu/Foto: Soompi

Hiburan

The Remarried Empress Tayang Perdana 4 November

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:15 WIB

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sumenep melakukan pengecekan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sumenep/Foto: Humas Polres Sumenep

Daerah

Polresta Sumenep Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:00 WIB

PSIM Yogyakarta catat kemenangan perdana usai menaklukan Borneo FC dengan skor 2-1/Foto: Media PSIM

Olahraga

PSIM Catat Kemenangan Perdana, Savio Sheva Ungkap Syukur

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:45 WIB