Stok BBM Nasional Aman, Pertalite Cukup 16-18 Hari

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 10:15 6 Nandang Permana

Kurvanews, JAKARTA-Stok BBM nasional dipastikan berada dalam kondisi aman. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia menyebut ketahanan pasokan Pertalite mencapai 16 hingga 18 hari. Jenis BBM lainnya berada di atas 20 hari.

Rapat Koordinasi di Bali

Hal itu disampaikan Bahlil melalui keterangan resmi. Pernyataan itu muncul usai ia memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Rapat itu membahas penanganan pasokan dan distribusi BBM nasional.

Fokus Perbaikan Distribusi

Pemerintah kini memfokuskan perhatian pada pemulihan dan perbaikan jalur distribusi. Sasaran wilayahnya adalah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Langkah itu untuk mencegah kelangkaan pasokan di masyarakat.

Menko Bahlil menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketahanan cadangan BBM nasional. Angkanya telah memenuhi standar minimum nasional.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempermudah dan memperlancar alur logistik ke seluruh daerah.

“Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari. Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” ujar Bahlil.

Solar Tanpa Impor

Terkait pemenuhan jenis BBM, Bahlil menyampaikan kabar positif mengenai solar. Komoditas itu saat ini sepenuhnya dipenuhi dari dalam negeri tanpa impor.

Di sisi lain, kebutuhan BBM jenis Pertalite (RON 90) masih sebagian dipenuhi melalui impor.

Evaluasi Keterlambatan di Bali

Masalah keterlambatan pasokan yang sempat terjadi di Bali menjadi bahan evaluasi serius. Evaluasi itu bagi pemerintah dan PT Pertamina (Persero).

Keterlambatan armada kapal dari Pulau Jawa sempat menyebabkan cadangan BBM di Bali merosot. Kondisinya mencapai tingkat tiga sampai empat hari.

Namun, setelah penambahan armada kapal pengangkut, cadangan BBM di wilayah itu kembali pulih. Kini tingkatnya 11 hingga 12 hari, dan antrean di SPBU mulai terurai.

Kendala Cuaca dan Pendangkalan Sungai

Selain Bali, kendala distribusi juga teridentifikasi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Penyebabnya kendala cuaca yang membuat sungai mengalami pendangkalan.

Kondisi itu menghambat kapal pengangkut berukuran besar untuk masuk. Pengiriman BBM terpaksa dialihkan ke jalur darat yang butuh waktu tempuh lebih lama.

Sebagai solusinya, pemerintah meminta Pertamina menambah armada pengangkut darat dan laut. Tujuannya mempercepat alur distribusi.

“Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi,” kata Bahlil Lahadalia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA