Batu Hiu Pangandaran, Panorama Laut dan Legenda Sirip Hiu

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 15:13 3 Evan Rustiawan

Kurvanews-Batu Hiu terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Lokasi wisata ini berada sekitar 14 km di sebelah barat objek wisata Pangandaran. Adapun kawasan Batu Hiu mudah dijangkau karena banyak penanda jalan mengarah langsung ke lokasi.

Bagi pengunjung yang menggunakan transportasi umum, perjalanan bisa dimulai dengan turun di Parigi. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan dengan ojek selama 10–15 menit. Waktu tempuh dari Pangandaran ke Batu Hiu berkisar 30 hingga 45 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Pantai Batu Hiu dikenal dengan ombaknya yang besar dan garis pantai berbatu tajam. Karena itu, kawasan ini tidak direkomendasikan untuk aktivitas berenang atau selancar. Daya tarik utamanya justru terletak pada panorama lepas menuju Samudera Hindia.

Panorama Laut dari Bukit Karang

Dari ketinggian bukit karang, pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dan langit yang membentang luas. Panorama ini menciptakan suasana tenang yang khas. Selain itu, lanskap sepanjang tepi pantai menyuguhkan pemandangan yang mencolok.

Formasi batuan sedimen telah melalui proses pembentukan dan pengikisan selama ribuan tahun. Proses itu menciptakan panorama geologis yang unik. Tebing-tebing tajam di sepanjang pantai tersusun dalam lapisan horizontal yang mempertegas karakter alam Batu Hiu.

Bagi yang tertarik dengan upaya pelestarian alam, kawasan Batu Hiu dikenal memiliki lokasi konservasi penyu. Meski papan penunjuknya masih bisa ditemukan, keberadaan fisik fasilitas konservasi ini sering sulit dikenali. Hal itu karena mengikuti siklus reproduksi penyu yang cenderung lambat dan tidak berlangsung sepanjang tahun.

Legenda dan Kehidupan Warga Sekitar

Jika menelusuri jalan setapak di kawasan wisata ini, pengunjung akan melihat lekukan tebing yang indah dan alami. Di sepanjang jalur tersebut, tumbuh tanaman pandan wong dengan batang tinggi menjulang. Daun tanaman ini biasa dimanfaatkan masyarakat sekitar Pangandaran sebagai bahan baku kerajinan anyaman. Kerajinan itu menjadi salah satu sumber penghasilan mereka.

Dari tepi tebing yang menghadap langsung ke laut, terlihat sebuah batu karang di tengah laut. Warga setempat dulunya percaya batu itu menyerupai sirip hiu. Seiring waktu, bentuk batu tersebut mulai terkikis oleh ombak ganas Pantai Selatan. Alhasil, wujud aslinya tak lagi terlihat seperti dulu.

Nama Batu Hiu sendiri diyakini berasal dari legenda setempat. Legenda itu menyebut tokoh-tokoh seperti Sembah Genter Oder, Sembah Galuh Oder, dan Sembah Galunggung Kuning.

Cerita rakyat ini dipercaya sebagai asal-usul penamaan kawasan wisata yang berdekatan dengan Pantai Karang Tirta tersebut.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA