Wali kota Palangka Raya, Fairid meninjau, langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kawasan Perkantoran Pemko Palangka Raya/Foto: Media Center Palangka Raya Kurvanews, PALANGKA RAYA-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Karanggan dan kawasan kompleks perkantoran Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menghadapi kendala.
Kendala utamanya berupa sulitnya akses menuju titik api dan terbatasnya pasokan air. Adapun petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran di lapangan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, bersama jajarannya meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin malam (19/10/2026). Peninjauan ini untuk memantau kondisi kebakaran sekaligus memastikan upaya pemadaman oleh petugas gabungan terus berlangsung.
Fairid mengatakan, kondisi lahan yang kering menjadi tantangan bagi petugas. Selain itu, jarak titik api yang jauh dari sumber air dan sejumlah sumber air yang mulai mengering memperberat proses pemadaman. Akibatnya, proses pemadaman membutuhkan upaya ekstra dan dukungan sarana memadai.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah di lokasi juga bertujuan memberikan dukungan moral kepada petugas.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada petugas. Pemko Palangka Raya terus berupaya memberikan perhatian penuh dalam penanganan karhutla di lapangan,” ujarnya dikutip Rabu (21/10/2026).
Medan Sulit, Petugas Manfaatkan Sumur Bor dan Embung
Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet, menjelaskan bahwa kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Tantangan itu terutama muncul saat menjangkau dan memadamkan titik api di lokasi yang sulit diakses.
Untuk mengatasi kendala tersebut, petugas memanfaatkan sumur bor dan pasokan air dari armada satuan tugas di lapangan. Embung juga digunakan sebagai sumber air alternatif ketika titik api sulit dijangkau dari sumber air utama.
“Dalam kondisi tertentu, petugas harus menyambungkan hingga lima rol selang pemadam untuk menjangkau lokasi kebakaran. Setiap rol selang memiliki panjang sekitar 30 meter, sehingga total selang yang digunakan dapat mencapai 150 meter menuju lokasi titik api,” jelas Balap.
Ia menambahkan, personel terus berupaya memadamkan kebakaran sejak pagi hingga malam hari. Upaya itu untuk mengendalikan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya. Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan sumber daya pendukung.
Tidak ada komentar