Virus Ebola/Ilustrasi: Kurvanewscom Kurvanews, JAKARTA-Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit atau terdampak wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Republik Kenya.
Pemantauan terus dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi, Kenya. Hingga kini, situasi di wilayah terdampak masih terpantau.
Pemantauan Lewat KBRI Nairobi
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan, pemantauan dilakukan lewat KBRI Nairobi. Kedutaan itu berkoordinasi bersama otoritas setempat.
“Sampai saat ini belum terdapat laporan ada WNI yang terjangkit atau terdampak,” ujar Heni dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Komitmen Pantau Perkembangan
Meskipun demikian, Heni menegaskan, Kemlu akan terus memantau perkembangan situasi. Langkah itu untuk memastikan kondisi WNI di wilayah terdampak tetap terpantau.
“Namun demikian, kita akan terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas setempat,” pungkasnya.
9.144 Kasus di Kongo
Berdasarkan laporan Sputnik yang mengutip Lembaga Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo (INSP), jumlah kasus Ebola terkonfirmasi di negara tersebut mencapai 9.144 kasus. Angka itu tercatat hingga Rabu, 14 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.410 kasus dilaporkan berujung pada kematian.
Organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) sebelumnya menyatakan situasi kasus Ebola di Provinsi Kivu Utara semakin tidak terkendali.
Ebola di Kongo mulai mewabah sejak April 2026. Penanganan wabah menghadapi tantangan karena vaksin dan pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi.
Tidak ada komentar