Park Yu Rim tantang diri lewat peran Jojo di Triste Tropiques. Ia berlatih bahasa Jepang hingga aksi senjata berat demi karakter pembunuh/Foto: Soompi Kurvanews-Park Yu Rim membagikan pemikirannya soal film terbarunya, Triste Tropiques. Film itu mengisahkan anggota organisasi pembunuh bernama sama yang tumbuh seperti saudara di bawah asuhan guru mereka.
Setelah sang guru meninggal, para anggota bersumpah melakukan balas dendam berdarah. Namun, kecurigaan di antara mereka justru semakin tumbuh.
Karakter Jojo
Park Yu Rim memerankan Jojo, seorang pembunuh misterius dan tak terduga. Berbeda dengan anggota organisasi lain, Jojo bergabung atas kemauannya sendiri sejak kecil. Ia mengikuti otoritas absolut “Guru” (Kim Myung Min) secara buta.
Persiapan Intensif
Demi memerankan Jojo yang membunuh target dengan dingin dan tanpa belas kasih, Park Yu Rim menjalani persiapan intensif. Karakternya berbicara bahasa Jepang. Karena itu, ia berlatih berulang kali dengan pengajar bahasa Jepang bahkan sebelum syuting dimulai.
Ia juga terus memperbaiki postur di depan cermin. Latihan itu agar terbiasa dengan berat senjata api dan suara tembakan yang keras. Hasilnya, adegan aksi senjata Jojo tampil sempurna dan kejam.
Pemikiran Park Yu Rim
Park Yu Rim membagikan pemikirannya. Menurutnya, sebagai aktris, ia merasakan kegembiraan besar bisa menantang diri dengan hal baru. Ia juga senang bisa menampilkan berbagai emosi.
“Sebagai aktris, saya merasakan kegembiraan luar biasa bisa menantang diri dengan sesuatu yang baru dan mampu memerankan berbagai emosi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Berbeda dengan karakter lain, Jojo tidak mudah mengungkapkan emosinya dan justru menyembunyikannya sepenuhnya. Saya percaya pesona uniknya ini akan menjadi salah satu sorotan film.”
Pujian Sinematografer
Sinematografer Kim Young Ho memuji penampilannya. Menurutnya, kegelisahan, kejujuran, dan tatapan tajam Park Yu Rim adalah Jojo itu sendiri. Di balik matanya yang sedih dan kosong, ia membawa kegelisahan yang terasa seperti bisa meledak kapan saja.
“Kegelisahan, kejujuran, dan tatapan tajamnya adalah Jojo itu sendiri. Di balik matanya yang sedih dan kosong, ia membawa kegelisahan yang terasa seperti bisa meledak kapan saja. Itu casting terbaik!” ujarnya.
Tidak ada komentar