Delapan Kuliner Khas Surabaya untuk Mengenang Hari Pahlawan

Dari rujak cingur hingga lontong kupang, sajian khas Kota Pahlawan menggugah selera.

- Pewarta

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliner khas Surabaya dari rujak cingur hingga lontong kupang cocok jadi agenda wisata saat mengenang Hari Pahlawan/Foto: Humas Kemenparekraf

Kuliner khas Surabaya dari rujak cingur hingga lontong kupang cocok jadi agenda wisata saat mengenang Hari Pahlawan/Foto: Humas Kemenparekraf

Kurvanews.com-Setiap tanggal 10 November, Surabaya menjadi salah satu kota yang paling lekat dengan peringatan Hari Pahlawan. Kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan ini menyimpan jejak sejarah perjuangan bangsa. Mulai dari peristiwa pertempuran 10 November 1945 hingga berbagai bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini.

Mengenal Surabaya Lewat Kulinernya

Namun, mengenal Surabaya tidak harus selalu melalui wisata sejarah. Ada cara lain untuk menikmati karakter kota ini, yakni dengan menjelajahi kekayaan kulinernya. Dari makanan berkuah dengan cita rasa gurih hingga hidangan berbumbu petis, kuliner Surabaya menawarkan pengalaman yang tidak kalah menarik.

Momentum Hari Pahlawan bisa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat Kota Pahlawan melalui sajian khasnya. Berikut sejumlah kuliner yang layak masuk dalam daftar wisata kuliner saat berkunjung ke Surabaya.

Rujak Cingur

Berbicara tentang kuliner Surabaya tentu belum lengkap tanpa mencicipi rujak cingur. Hidangan ini merupakan salah satu ikon kuliner yang paling identik dengan Kota Pahlawan.

Rujak cingur terdiri dari irisan sayuran seperti kangkung dan tauge, buah-buahan, tahu, tempe, lontong, serta cingur atau bagian hidung sapi yang telah direbus hingga empuk. Seluruh bahan kemudian disiram bumbu petis yang diracik bersama kacang, gula merah, dan bahan lainnya.

Perpaduan rasa gurih, manis, sedikit asam, dan aroma petis yang kuat membuat hidangan ini memiliki karakter tersendiri.

Lontong Balap

Nama lontong balap mungkin terdengar unik bagi wisatawan yang baru pertama kali mendengarnya. Kuliner ini terdiri dari irisan lontong, tauge, tahu goreng, lentho berbahan kacang-kacangan, serta kuah gurih yang dilengkapi sambal petis.

Di balik namanya, lontong balap menyimpan cerita tentang kebiasaan pedagang zaman dahulu yang berjalan cepat sambil memikul dagangan mereka. Karena terlihat seperti sedang berlomba atau balapan, makanan tersebut kemudian dikenal dengan nama lontong balap.

Sate Klopo

Jika biasanya sate identik dengan bumbu kacang atau kecap, Surabaya memiliki sajian sate dengan sentuhan berbeda, yaitu sate klopo.

Kata klopo berasal dari bahasa Jawa yang berarti kelapa. Sesuai namanya, sate ini menggunakan parutan kelapa berbumbu yang dilumurkan pada daging sebelum dibakar.

Proses pembakaran menghasilkan aroma harum dengan perpaduan rasa gurih dari kelapa dan rempah. Sate klopo umumnya disajikan bersama bumbu kacang, irisan bawang merah, sambal, dan nasi putih.

Rawon

Bagi pencinta hidangan berkuah, rawon menjadi sajian yang wajib masuk daftar wisata kuliner. Sup daging sapi ini memiliki ciri khas kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari penggunaan kluwek sebagai salah satu bumbu utamanya.

Di dalam semangkuk rawon, terdapat potongan daging sapi yang disajikan bersama nasi putih, tauge pendek, sambal, telur asin, dan kerupuk. Kuahnya yang gurih dengan aroma rempah memberikan sensasi hangat dan kaya rasa.

Tahu Tek

Tidak harus selalu menyantap hidangan berat untuk menikmati kuliner khas Surabaya. Tahu tek bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencicipi makanan sederhana dengan cita rasa khas.

Seporsi tahu tek biasanya terdiri dari tahu goreng, kentang, lontong, tauge, dan telur yang disiram bumbu petis bercampur kacang. Hidangan ini kemudian dilengkapi kerupuk sebagai pelengkap.

Nama tahu tek dipercaya berasal dari bunyi gunting yang digunakan pedagang saat memotong bahan-bahan makanan ketika melayani pembeli. Perpaduan bumbu petis yang gurih dan tekstur bahan yang beragam membuat tahu tek cocok dinikmati sebagai santapan siang maupun malam.

Semanggi Surabaya

Ada pula semanggi Surabaya yang menawarkan pengalaman kuliner berbeda. Makanan tradisional ini menggunakan daun semanggi dan tauge yang dikukus, kemudian disiram saus berbahan ketela rambat, kacang, dan gula merah.

Salah satu ciri khas penyajiannya adalah kerupuk puli berbentuk lebar yang digunakan sebagai pelengkap sekaligus alas untuk menikmati makanan.

Rasa sausnya cenderung manis dan gurih, berpadu dengan aroma khas daun semanggi. Hidangan ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Surabaya yang menarik untuk dikenalkan kepada generasi muda.

Lontong Kupang

Kekayaan kuliner Surabaya juga tidak lepas dari pengaruh wilayah pesisir. Salah satu hidangan yang menarik untuk dicoba adalah lontong kupang.

Makanan ini terdiri dari lontong yang disajikan bersama kupang, yaitu kerang laut berukuran kecil, kemudian disiram kuah berbumbu petis. Biasanya, lontong kupang juga dilengkapi lentho dan sate kerang sebagai pendamping.

Cita rasanya gurih dengan sentuhan khas petis. Bagi wisatawan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari hidangan berbahan daging sapi atau ayam, lontong kupang bisa menjadi pilihan menarik.

Tahu Campur

Tahu campur menjadi salah satu kuliner yang banyak dijumpai di Surabaya dan sekitarnya. Hidangan ini terdiri dari potongan daging sapi, kikil, tahu goreng, perkedel singkong (lentho), selada, tauge, dan mi kuning yang disiram kuah kaldu sapi berbumbu petis.

Perpaduan kuah gurih, aroma petis, serta tekstur bahan yang beragam membuat tahu campur memiliki cita rasa yang khas. Hidangan ini biasanya disajikan bersama kerupuk dan sambal untuk menambah kenikmatan.

Deretan kuliner itu bisa dinikmati di Kota Pahlawan Surabaya. Memperingati Hari Pahlawan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Momen ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kekayaan budaya lokal, termasuk kuliner yang menjadi kebanggaan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel kurvanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Spesies Laut Endemik yang Hanya Ada di Indonesia
Pantai Sayang Heulang, Pesona Ombak Bersahabat
Situ Bagendit Garut, Danau Indah Penuh Mitos
Pantai Madasari, Keindahan Alami yang Masih Sunyi
Rampak Gendang, Kesenian Sunda yang Mendunia
Kayu Batik, Kerajinan Langka Khas Bandung Utara
Pantai Batu Karas, Surga Selancar di Pangandaran
Curug 7 Cilember, Wisata Alam Andalan Kawasan Puncak
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:45 WIB

Tiga Spesies Laut Endemik yang Hanya Ada di Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 12:15 WIB

Delapan Kuliner Khas Surabaya untuk Mengenang Hari Pahlawan

Rabu, 4 November 2026 - 15:45 WIB

Pantai Sayang Heulang, Pesona Ombak Bersahabat

Rabu, 4 November 2026 - 12:15 WIB

Situ Bagendit Garut, Danau Indah Penuh Mitos

Senin, 2 November 2026 - 15:45 WIB

Pantai Madasari, Keindahan Alami yang Masih Sunyi

Berita Terbaru

Bahaya tidur setelah shalat Subuh menurut Islam mengurangi keberkahan waktu, menurunkan produktivitas, dan mengganggu ritme tidur/Ilustrasi: Kurvanews.com

Khazanah

Bahaya Tidur Setelah Shalat Subuh Menurut Pandangan Islam

Kamis, 5 Nov 2026 - 18:00 WIB

Spesies laut endemik Indonesia seperti hiu berjalan dan Banggai Cardinalfish jadi daya tarik scuba diving di Raja Ampat hingga Ambon/Foto: Humas Kemenparekraf

Wisata

Tiga Spesies Laut Endemik yang Hanya Ada di Indonesia

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:45 WIB

Mencegah stroke bisa dimulai dari gaya hidup sehat. Kendalikan tekanan darah, jaga kolesterol, dan rutin olahraga untuk menurunkan risiko/Ilustrasi: Kurvanews.com

Ragam

10 Cara Mencegah Stroke dengan Gaya Hidup Sehat

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:30 WIB