Aceh Siagakan Personel dan Logistik Jelang Puncak Musim Hujan

- Pewarta

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Sekda Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana dan gelar peralatan di halaman gudang BPBA, Senin (26/10/2026)/Foto: Humas Aceh

Pj Sekda Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana dan gelar peralatan di halaman gudang BPBA, Senin (26/10/2026)/Foto: Humas Aceh

Kurvanews, ACEH-Kesiapan personel, peralatan, logistik, dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci melindungi masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi.

Kesiapan itu diperlukan menjelang puncak musim hujan pada November 2026. Untuk memastikannya, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, memimpin apel kesiapsiagaan.

Apel pengurangan risiko bencana dan gelar peralatan itu berlangsung di halaman gudang Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Langkah antisipasi ini sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menunjukkan peningkatan intensitas hujan di wilayah Aceh.

Pada November 2026, intensitas hujan diperkirakan meningkat pada 10 Zona Musim (ZOM). Angka itu setara 62,5 persen wilayah ZOM di Aceh. Adapun pada Oktober, peningkatan hanya tercatat pada satu ZOM atau 6,25 persen.

Jangan Menunggu Bencana Terjadi

Dalam arahannya, Taufik meminta seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan. Menurutnya, langkah pencegahan dan kesiapan sebelum bencana diperlukan. Tujuannya meminimalkan risiko sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.

“Jangan menunggu bencana terjadi untuk bertindak, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Taufik dikutip Rabu (28/10/2026).

Apel tersebut diikuti kepala Satuan Kerja

Perangkat Aceh (SKPA). Sejumlah personel dari berbagai instansi juga hadir. Di antaranya Basarnas, Dinas Perhubungan Aceh, PMI, Tagana, BPBA, Dinas Sosial, BMKG, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas PUPR.

Koordinasi dan Penempatan Sumber Daya

Taufik meminta pemerintah kabupaten/kota bersama instansi terkait memastikan kesiapan personel, peralatan, dan logistik. Koordinasi lintas sektor juga harus diperkuat. Sumber daya pun perlu ditempatkan di lokasi rawan bencana.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembersihan drainase dan alur sungai. Pemantauan cuaca dan penyebaran peringatan dini juga jadi perhatian. Pengaktifan posko serta penyusunan rencana kontingensi di setiap kabupaten/kota turut diminta. Langkah-langkah itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan daerah.

Rehabilitasi Pascabencana Masih Berjalan

Menurut Taufik, kesiapsiagaan perlu perhatian serius. Alasannya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana masih berlangsung. Sejumlah warga masih tinggal di hunian sementara. Beberapa akses jalan dan jembatan juga masih rawan dilalui.

Ia juga meminta seluruh jajaran melakukan evaluasi dan pelaporan berkala. Tujuannya agar setiap kendala dapat segera ditangani. Pada saat yang sama, pemenuhan kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Kelompok rentan pun mendapat perhatian utama.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Siaga Bersama, Tangguh Menghadapi Bencana Hidrometeorologi demi Aceh yang Aman dan Tangguh.”

Melalui penguatan kesiapsiagaan sejak dini, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat. Wilayah rawan bencana dan kawasan yang masih menghadapi dampak bencana sebelumnya menjadi perhatian utama.

 

Follow WhatsApp Channel kurvanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polresta Sumenep Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi
Pemprov Sumbar Dukung KAI Tertibkan Jalur Kereta
Sakura Garden Lumajang Tawarkan Wisata Petik Stroberi
Sinergi Lintas Sektor Tangani Karhutla di Palangkaraya
Kejari Banggai Musnahkan 405 Gram Sabu dari 16 Perkara
Satgas Pangan Pontianak Catat Harga Cabai Turun
15 Ton Sampah Diangkut dari Sungai Kalimati Banyuwangi
Parigi Moutong Akselerasi Ekonomi Desa Lewat Hilirisasi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Polresta Sumenep Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Pemprov Sumbar Dukung KAI Tertibkan Jalur Kereta

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Sakura Garden Lumajang Tawarkan Wisata Petik Stroberi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sinergi Lintas Sektor Tangani Karhutla di Palangkaraya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Kejari Banggai Musnahkan 405 Gram Sabu dari 16 Perkara

Berita Terbaru

Galeri Foto

Liga 1: Potret Pertandingan Persib Bandung VS Isengmulang FC

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:21 WIB

The Remarried Empress tayang perdana 4 November, dibintangi Shin Min Ah dan Lee Jong Suk, total 10 episode setiap Rabu/Foto: Soompi

Hiburan

The Remarried Empress Tayang Perdana 4 November

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:15 WIB

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sumenep melakukan pengecekan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sumenep/Foto: Humas Polres Sumenep

Daerah

Polresta Sumenep Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:00 WIB

PSIM Yogyakarta catat kemenangan perdana usai menaklukan Borneo FC dengan skor 2-1/Foto: Media PSIM

Olahraga

PSIM Catat Kemenangan Perdana, Savio Sheva Ungkap Syukur

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:45 WIB