Kurvanews, PARIGI MOUTONG-Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengakselerasi penguatan ekonomi akar rumput. Caranya melalui skema hilirisasi komoditas perkebunan berbasis perdesaan.
Komitmen ini direalisasikan melalui audiensi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, bersama jajaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta.
23 BUMDes Potensial Diajukan
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Parigi Moutong, Ervian Aksa Yosa, menyampaikan hal tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah telah mengajukan 23 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) potensial hasil kurasi awal.
“Kami berharap usulan ini segera masuk proses penilaian kelayakan, sehingga BUMDes yang memenuhi syarat dapat menerima dukungan nyata,” kata Ervian dikutip Kamis (29/10/2026).
Fokus pada Kelapa Dalam dan Kakao
Langkah intervensi ini difokuskan pada penguatan daya saing dua komoditas andalan daerah. Keduanya adalah kelapa dalam dan kakao. Tujuannya agar kedua komoditas memiliki nilai tambah di pasar nasional.
Kehadiran BUMDes yang bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi benteng ekonomi. Selain itu, BUMDes berperan sebagai pengumpul utama hasil panen warga.
“Kami ingin meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membangun kemitraan dengan pembeli yang mampu menyerap hasil bumi secara berkelanjutan,” tegas Ervian merumuskan visi tata niaga daerah.
Pangkas Peran Perantara
Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan memangkas peran perantara. Selama ini perantara dinilai merugikan posisi tawar para petani.
Dukungan sarana prasarana dari kementerian diproyeksikan mampu mentransformasi desa. Desa tidak lagi sekadar penyedia bahan mentah, melainkan menjadi pusat pertumbuhan industri olahan mandiri.
Pendekatan ini meletakkan masyarakat perdesaan sebagai pelaku utama pembangunan. Masyarakat desa didorong menjadi pelaku yang berdaya saing dan berkelanjutan.













Komentar