Soal Narkotika Lewat Vape: Habib Aboe Minta Aparat Tegas tapi Tetap Profesional

Anggota Komisi III DPR RI ingatkan penindakan narkotika lewat vape harus terukur dan berbasis bukti

- Pewarta

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy/Foto: Humas DPR RI

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsy/Foto: Humas DPR RI

Kurvanews, JAKARTA-Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menekankan ketegasan aparat harus diimbangi profesionalitas dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara. Penindakan perlu diarahkan kepada pihak yang bertanggung jawab dalam jaringan peredaran.

Hal itu ia sampaikan saat Sarasehan Kemitraan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Komisi III DPR RI bertema “Vape di Persimpangan Jalan” di Hotel Sofyan, Jakarta Pusat. Menurutnya, aparat harus tetap memperhatikan bukti dan prosedur hukum.

Komisi III Dukung Penguatan Penindakan

Habib Aboe meminta BNN, Polri, dan seluruh aparat penegak hukum terus bekerja tegas dan profesional. Komisi III, kata dia, mendukung penguatan penindakan terhadap jaringan produksi dan peredaran.

“Saya meminta kepada BNN, Polri, dan seluruh aparat penegak hukum: teruslah bekerja tegas dan profesional. Komisi III mendukung penguatan penindakan terhadap jaringan produksi dan peredaran,” ujar Habib Aboe dikutip Selasa (3/11/2026).

Namun, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu mengingatkan penegakan hukum tidak boleh dilakukan secara serampangan. Setiap tindakan mesti terukur dan menghormati hak warga negara.

“Tetapi kami juga mengingatkan agar setiap tindakan terukur, berbasis bukti, dan menghormati hak-hak warga negara, termasuk hak atas pendampingan hukum dan hak atas rehabilitasi,” tambahnya.

Habib Aboe Soroti Koordinasi Lintas Lembaga

Selain itu, Habib Aboe menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga. Peredaran narkotika melalui vape, menurutnya, dapat melewati berbagai jalur. Mulai dari bandara, pelabuhan, gudang, toko, platform daring, hingga pabrik rumahan.

Oleh karena itu, pengawasan harus melibatkan BNN, Polri, Bea dan Cukai, Imigrasi, BPOM, Kementerian Kesehatan, serta lembaga penegak hukum lainnya sesuai kewenangannya.

Kendati demikian, Habib Aboe berharap sarasehan itu menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti. Bukan sekadar forum diskusi tanpa langkah konkret.

Ia menyebut sejumlah hal yang perlu dirumuskan bersama. Mulai dari kecukupan regulasi, pembagian kewenangan antar lembaga, standar pengawasan rantai pasok, pedoman penanganan perkara secara proporsional, hingga penguatan program pencegahan dan rehabilitasi.

“Saya berharap sarasehan ini tidak berhenti sebagai seminar yang selesai bersama makan siang. Saya berharap dari ruangan ini lahir rekomendasi yang konkret,” pesannya.

Hasil Sarasehan Jadi Bahan Komisi III

Menutup pernyataannya, Habib Aboe menegaskan hasil sarasehan dapat menjadi bahan bagi Komisi III DPR RI. Khususnya untuk menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan, terutama memperkuat perlindungan masyarakat dari ancaman narkotika.

Bagi Habib Aboe, keberhasilan kebijakan tidak semata diukur dari kerasnya larangan atau upaya mempertahankan industri. Ukurannya adalah kemampuan negara melindungi masyarakat sekaligus menjamin kepastian hukum.

“Ukuran keberhasilan kebijakan bukan seberapa keras larangan dibuat, dan bukan pula seberapa besar industri dipertahankan. Ukurannya adalah seberapa efektif negara melindungi masyarakat dari narkotika, menjamin kepastian hukum, dan menghadirkan kemaslahatan yang nyata,” pungkas Habib Aboe.

 

Follow WhatsApp Channel kurvanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Once Mekel Serahkan Kursi Roda untuk Pelajar
Ledia Hanifa Soroti Dugaan Curang di TKA
Ketua DPR RI Soroti Kasus Balita Nakla di Bulukumba
Puan Minta Penegakan Hukum Karhutla Transparan dan Berkeadilan
DPR Dorong Investasi Bodong Diatur di RUU Perampasan Aset
Saan Mustopa Tekankan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan
DPR Apresiasi DJBC Gagalkan Ekspor Ilegal 25,88 Kg Emas
Insentif Fiskal Kepala Daerah Pendukung MBG Dipertanyakan
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:00 WIB

Once Mekel Serahkan Kursi Roda untuk Pelajar

Selasa, 3 November 2026 - 10:00 WIB

Ledia Hanifa Soroti Dugaan Curang di TKA

Selasa, 3 November 2026 - 09:30 WIB

Ketua DPR RI Soroti Kasus Balita Nakla di Bulukumba

Selasa, 3 November 2026 - 09:00 WIB

Soal Narkotika Lewat Vape: Habib Aboe Minta Aparat Tegas tapi Tetap Profesional

Senin, 2 November 2026 - 10:00 WIB

Puan Minta Penegakan Hukum Karhutla Transparan dan Berkeadilan

Berita Terbaru

Galeri Foto

Liga 1: Potret Pertandingan Persib Bandung VS Isengmulang FC

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:21 WIB

The Remarried Empress tayang perdana 4 November, dibintangi Shin Min Ah dan Lee Jong Suk, total 10 episode setiap Rabu/Foto: Soompi

Hiburan

The Remarried Empress Tayang Perdana 4 November

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:15 WIB

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sumenep melakukan pengecekan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Sumenep/Foto: Humas Polres Sumenep

Daerah

Polresta Sumenep Awasi Penyaluran BBM Bersubsidi

Selasa, 3 Nov 2026 - 15:00 WIB

PSIM Yogyakarta catat kemenangan perdana usai menaklukan Borneo FC dengan skor 2-1/Foto: Media PSIM

Olahraga

PSIM Catat Kemenangan Perdana, Savio Sheva Ungkap Syukur

Selasa, 3 Nov 2026 - 14:45 WIB