Kurvanews-Ketua Umum Barisan Pejuang Demokrasi (BAPEKSI) TB. Hasanuddin meminta seluruh pengurus di berbagai daerah mensosialisasikan Undang-Undang Perlindungan Anak. Sosialisasi itu khususnya menyasar anti bullying atau perundungan anak di sekolah dan berbagai lembaga pendidikan.
Hal itu disampaikan TB. Hasanuddin dalam acara Rapat Konsolidasi pengurus Zona Pantura. Kegiatan itu digelar di Hotel Grand Tryas, Cirebon, Rabu (29/10).
Rapat tersebut meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Majalengka. Hasanuddin menyampaikannya untuk menyikapi banyaknya kasus perundungan di sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.
BAPEKSI Harus Bantu Masyarakat
Anggota DPR RI itu menjelaskan, BAPEKSI adalah ormas yang hadir di tengah masyarakat. Karena itu, BAPEKSI harus membantu masyarakat menekan angka tindakan perundungan.
“Karena ini berakibat pada masa depan bangsa dan masa depan Indonesia ke depan,” jelas TB. Hasanuddin.
TB. Hasanuddin meminta LBH Bapeksi menjadi starter dalam gerakan penyuluhan hukum anti bullying. LBH Bapeksi telah berdiri hampir di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, Banten, serta Jakarta.
“Ajak stakeholder, Forkominda untuk terlibat agar sosialisasi ini menjadi gerakan bersama,” jelas TB. Hasanuddin.
Kasus Perundungan Terbaru
Aksi perundungan marak terjadi. Kasus terbaru terjadi di Tangerang Selatan dan melibatkan 14 siswi kelas 8 SMP. Korban dipaksa merokok dan meminum cairan racikan yang berbahaya.
Sebelumnya, aksi perundungan juga viral di Pemalang. Kasus itu menyebabkan korban meninggal dunia setelah dipukuli kakak kelasnya saat jam sekolah pada akhir September lalu.
Soroti Keadilan Hukum
Pada rapat konsolidasi tersebut, TB. Hasanuddin didampingi Sekjen BAPEKSI Bahroji dan Direktur LBH Ardi Kusumah. Mereka juga menyoroti persoalan hukum yang menimpa masyarakat. Menurutnya, banyak warga belum mendapatkan keadilan.
“Kita ingin LBH-LBH ini menjadi pioner dalam membela masyarakat kecil yang tertindas,” jelas TB. Hasanuddin.













Komentar